Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

  Leadership yang kuat dan visioner

4

0,23

4

0,92

  Inovasi yang konsisten

4

0,23

3

0,69

  Penekanan biaya produksi

2

0,12

2

0,24

  Produk yang menarik

4

0,23

4

0,92

  Brand loyalti

3

0,18

3

0,54

 

17

 

 

 

 

 

Ukuran pembobotan :                                   Ukuran Rating Kekuatan :

1= Sedikit Penting                                                     1 = Sedikit kuat

2= Agak Penting                                                         2= Agak Kuat

3= Penting                                                                     3= Kuat

4= Sangat Penting                                                     4= Sangat Penting

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weakness)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

  Keloyalitasan Karyawan

3

0,33

2

0,66

  Harga yang bersaing

4

0,44

3

1,32

  Tekanan dari produser musik

2

0,22

2

0,44

 

9

Ukuran pembobotan :                                   Ukuran Rating Kelemahan:

1= Sedikit Penting                                                    1 = Sedikit Lemah

2= Agak Penting                                                        2= Agak Lemah

3= Penting                                                                    3= Lemah

4= Sangat Penting                                                    4= Sangat Lemah

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunity)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

  Perluasan pangsa pasar

4

0,57

4

2,28

  Konsumer elektronik

3

0,43

3

1,29

 

7

Ukuran pembobotan :                                   Ukuran Rating Peluang:

1= Sedikit Penting                                                    1 = Sedikit Peluang

2= Agak Penting                                                        2= Agak Peluang

3= Penting                                                                    3= Peluang

4= Sangat Penting                                                     4= Sangat Peluang

 

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threat)

Faktor strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

  Permasalahan legalitas

2

0,22

3

0,66

  Kompetisi dengan PC berbasis windows dan google

4

0,44

4

1,76

  Fluktuasi ekonomi

3

0,33

3

0,99

 

9

Ukuran pembobotan :                                    Ukuran Rating Ancaman:

1= Sedikit Penting                                                     1 = Sedikit Mengancam

2= Agak Penting                                                         2= Agak Mengancam

3= Penting                                                                    3= Mengancam

4= Sangat Penting                                                    4= Sangat Mengancam

 Read Users' Comments )

Apr
20

Analisis SWOT dari Apple Inc.

Berdasarkan apa yang sudah dibahas melalui kutipan langsung dari buku yang dijadikan resensi maupun hal-hal yang menjadi sesuatu yang perlu dibahas dan dilengkapi datanya dari informasi pihak luar, maka dapat digunakan menjadi analisis SWOT sebagai berikut:

1. Strengths

-Kecerdasan secara teknik: Produk dari Apple sangat mudah untuk digunakan dan stabil. Integrasi terbaru dengan Intel dan Microsoft menunjukkan kemampuan dan kemauan untuk  beradaptasi pada kustomer yang lebih terdiversifikasi secara meluas. Semua inovasi yang dilakukan oleh Apple adalah sesuatu yang sangat membutuhkan biaya tinggi untuk menirunya.

-Secara Keuangan Apple mengalami kesehatan karena berhasil menekan biaya, dan memperlakukan secara ketat kemasan dan paket pada produknya untuk menghemat biaya (produk Apple memiliki buku panduan yang tidak lebih dari 10 halaman, iPod hanya menyertakan kabel USB untuk charging dan tidak menyediakan adapter cord karena pengguna iPod kebanyakan menggunakan iPod dengan komputernya ketimbang melakukan charging pada cord listrik, dan lain-lain). Ditambah fakta bahwa pada kuartal keempat Apple iPhone memiliki penghasilan yang lebih besar dari kompetitornya yang terbesar, Nokia.

-Brand Loyalty: Sebagaimana yang disebutkan pada bagian marketing dari value chain analysis, Apple berhasil menempatkan produknya sebagai identitas sehingga customer basenya sangat terjaga dengan baik dan loyal, dan merupakan sesuatu hal yang sangat susah untuk ditiru.

-Adanya steve Jobs dalam direksi: Selama absennya Steve Jobs pada tahun 1985 hingga 1996, Apple mengalami guncangan dan penurunan secara finansial dan inovasi. Dan segera setelah kembalinya Jobs dalam direksi, ia segera merombak keanggotaan dewan direksi, melahirkan dan mengembangkan ide produk dan menghasilkan pertumbuhan yang positif  bagi pemegang saham berturut-turut sejak kembalinya Steve Jobs ke Apple. Bisa dikatakan bahwa Steve Jobs adalah sumber daya yang sangat berharga, langka, dan sulit ditiru yang dimiliki Apple dan paling dieksploitasi, walaupun demikian bukan berarti tanpa Jobs Apple tidak dapat berinovasi, adanya delegasi dalam perusahaan ini menyebabkan perusahaan terus berinovasi dengan baik bahkan tanpa Steve Jobs (semasa saat Steve Jobs cuti dan mengalami perawatan kesehatan), Apple tetap mengeluarkan produk yang inovatif dan mendapatkan respon yang lebih baik dengan produknya seperti iPhone dan iPod serta Mac.

-Market Share terbesar di bidang industri musik melalui iTunes dan iPod, dan disusul dengan iPhone.

-Apple adalah perusahaan yang sangat sukses. Penjualan dari pemutar musik iPod telah meningkatkan laba kuartal kedua hingga $ 320 (Juni 2005). Persepsi merek yang menguntungkan juga meningkat penjualan komputer Macintosh. Jadi iPod perusahaan memberikan akses ke seluruh seri baru segmen yang membeli ke bagian lain dari merek Apple. Penjualan dari produk-produk notebook juga sangat kuat, dan merupakan kontribusi besar untuk pendapatan untuk Apple.

-Merek adalah yang paling penting. Apple adalah salah satu yang paling mapan dan sehat merek IT di Dunia, dan memiliki pelanggan yang sangat antusias dan setia mendukung merek. Kesetiaan yang begitu kuat berarti bahwa tidak cukup hanya merekrut pelanggan baru, tetapi juga menjadikan mereka sebagai pelanggan tetap yang akan datang kembali untuk lebih banyak produk dan jasa dari Apple, dan perusahaan ini juga memiliki kesempatan untuk memperluas produk-produk baru kepada mereka, misalnya iPod.

2. Weakness

-Market Share: Apple memiliki kekuatan secara geografis di Amerika Serikat dan pasar di bidang pendidikan, namun secara global Apple memiliki pangsa pasar yang relatif kecil dalam industri komputer.

-Adanya kemungkinan dari melesunya Apple saat tidak ada kehadiran Steve Jobs, walau semasa cutinya Apple tetap dapat mempertahankan inovasinya, namun bayang-bayang masa kegelapan selama dipimpin oleh CEO selain Steve Jobs yang membawa Apple kedalam guncangan tetap menjadi salah satu kelemahan dari ketergantungan Apple terhadap Steve Jobs.

-Ada tekanan pada Apple untuk meningkatkan harga dari musik download file, dari industri musik itu sendiri. Banyak dari perusahaan-perusahaan ini membuat lebih banyak uang dari iTunes (yaitu musik download file) dari dari penjualan CD asli mereka. Apple telah menjual sekitar 22 juta iPod pemutar musik digital dan lebih dari 500 juta lagu meskipun toko musik iTunes. Bertanggung jawab atas 82% dari semua musik download secara legal di AS. Perusahaan ini tegas, tetapi jika menyerah pada produser musik, hal itu dapat dianggap sebagai kelemahan komersial.

3. Opportunity

-Peluang Dalam Consumer Electronik: Setelah sukses dalam iPod, dan iPhone, Apple meluncurkan Apple TV sebuah media centre untuk ruangan keluarga, dan akan disusul pada

peluncuran Apple Tablet (bukan nama resmi) yang akan digunakan untuk menyaingi Microsoft Surface, Amazon Nook, Barneys and Noobles Nook, Netbook dari berbagai vendor seperti Dell, MSI, ASUS, ACER dan berbagai produk lainnya yang bersifat electronics organizer pada Febuari 2010.

-Pertumbuhan pada pasar PC dan Software: Hal ini merupakan peluang karena komputer Mac mampu melakukan apa yang biasa dilakukan oleh komputer berbasis Windows dengan memberikan kemampuan untuk diinstall Windows sehingga Apple memungkinkan untuk digunakan dalam pasar yang lebih luas, dari segi stabilitas dan kemampuan untuk dapat diandalkan serta keamanan, selain FBI yang menggunakan Mac, Bank dari Jepang, Aozora Bank Ltd., mengganti 2,300 PC berbasis Windows dengan iMac.

-Secara perlahan dan pasti dikenal sebagai komputer bagi pengguna bisnis/korporat setelah sebelumnya dikenal hanya untuk pengguna kreatif/desainer, pendidikan, dan juga penerbitan.

-Apel memiliki kesempatan untuk mengembangkan pemutar musik iTunes dan teknologi ke dalam ponsel format. Para perangkat ponsel Rokr dikembangkan oleh Motorola. Ini memiliki layar warna, speaker stereo dan sebuah sistem kamera muka. Sebuah versi dari Apple toko musik iTunes telah dikembangkan untuk telepon sehingga pengguna dapat mengelola trek toko mereka di atasnya. Download yang tersedia melalui kabel USB, dan perangkat lunak pada handset musik jeda jika telepon panggilan masuk baru aliansi strategis teknologi dan menawarkan kesempatan untuk Apple.

-Podcast didownload acara radio yang dapat di-download dari Internet, dan kemudian diputar ulang pada iPod dan perangkat MP3 lainnya pada kenyamanan pendengar. Para pendengar dapat berlangganan Podcast gratis, dan pada akhirnya pendapatan dapat dihasilkan dari dibayar untuk berlangganan atau melalui pendapatan yang dihasilkan dari penjualan download lainnya.

4. Threats

-Google yang selalu sukses membuat apa saja dan melakukan semuanya dengan waktu bersamaan dan tidak terbentur permasalahan (hingga saat ini), mulai dari search engine, portal musik dan buku, telepon, metode komunikasi (Google Wave untuk kolaborasi bekerja yang akan menggantikan email sebagai penunjang pekerjaan, dan Google Talks yang merupakan sarana komunikasi yang secara perlahan menggusur Skype untuk komunikasi suara), Google Map/Google Worlds, ponsel Google Androids, sistem operasi Google Chrome, Google Books, Google Scholars, Google mail, Google Music, Google Video dan lain-lain.

-Permasalahan Legalitas : Seperti penggunaan paten, upaya kloning dan pembajakan dan lain-lain.

-Kompetisi dengan PC berbasis Windows.

-Popularitas iPod dan Apple Mac tunduk pada permintaan, dan akan berpengaruh jika ekonomi mulai goyah dan permintaan pada produk mereka jatuh.

-Pada tahun 2005 Apple memenangkan kasus hukum yang memaksa nama Blogger untuk sumber-sumber informasi yang empted pra-peluncuran produk Apple baru. Diduga bahwa karyawan Apple sendiri telah membocorkan informasi rahasia tentang produk asteroid baru mereka. Sehingga diperkirakan Apple rentan terhadap kebocoran yang dapat merugikan keuntungan mereka.

Terdapat tiga kekuatan inti yang dimiliki oleh perusahaan Apple yang bisa menjelaskan bagaimana perusahaan ini dapat menghadapi setiap ancaman dan peluang yang hadir. Ketiga kekuatan tersebut adalah.

Yang pertama dan mungkin paling vital adalah eksistensi sang CEO dan juga pendiri, Steve Jobs. Tak pelak, pria yang suka berpenamilan casual ini merupakan figur kunci dibalik ketangguhan Apple. Melalui visinya yang tajam dan citarasa yang kuat akan produk-produk teknologi berestetika, Steve telah menjelmakan dirinya sebagai jangkar yang amat menentukan ke arah mana bahtera Apple hendak dilayarkan.

Pertautan Steve Jobs dengan Apple sendiri merupakan sebuah kisah yang panjang nan berliku. Pria yang drop out saat kuliah di semester pertama ini mendirikan perusahaan Apple ketika usianya baru masuk 22 tahun (!) dari sebuah garasi mobil di rumah kontrakan. Di tahun-tahun awal berdirinya pada pertengahan tahun 70-an, Apple sempat mengguncang dunia dengan mengeluarkan produk personal computer pertama di dunia. Namun seiring berjalannya waktu, nasib Steve Jobs sendiri justru berakhir tragis : pada tahun 1986 ia justru dipecat dari Apple. Sejak ia pergi, Apple limbung dan didera kegagalan demi kegagalan.

Setelah sempat berpetualang dengan mendirikan perusahaan Pixar (yang memproduksi film animasi sukses seperti Toy Story, Finding Nemo dan Cars), Steve Jobs melakukan langkah comeback : kembali direkrut untuk mengomandani Apple. Saat itu, tahun 1997, Apple tengah berada pada titik nadir, dan banyak orang meramalkan perusahaan ini sebentar lagi akan masuk liang kubur. Senjakala kematian mengintai dan mereka tak yakin Steve Jobs mampu menjelmakan dirinya menjadi sang dewa penyelamat. Toh sejarah kemudian menjadi saksi : betapa Steve Jobs telah melakukan proses comeback yang spektakuler. Steve Jobs sendiri sejatinya merupakan figur yang unik. Brilian, memiliki kepekaan seni yang mumpuni (ia pernah belajar kaligrafi), namun sekaligus memiliki sense of strong leadership. Pada sisi lain, Steve adalah pribadi yang selalu memburu titik kesempurnaan – baik pada aspek desain ataupun dalam proses manufakturing beragam lini produknya. Begitu ia yakin dengan visi desain produknya, maka ia akan bekerja mati-matian bersama para engineernya untuk memastikan agar desain itu benar-benar dapat diproduksi dengan penuh kesempurnaan. Kisah penciptaan iPod dan iPhone barangkali tak akan pernah terjadi tanpa sikap perfeksionis dan sekaligus proses kepemimpinan yang kuat dari Steve Jobs.

Yang kedua yang menjadi penentu keberhasilan Apple adalah ini: sinergi yang sempurna antara beragam tim – baik tim desain, tim software, dan tim hardware. Semua melakukan kolaborasi secara paralel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidak dilakukan secara setahap demi setahap, dimana setelah desain selesai lalu diserahkan ke bagian software, lalu diteruskan lagi ke bagian hardware. Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakan bersama-sama secara simultan. “Essentially it means that products don’t pass from team to team. It’s simultaneous and organic. Products get worked on in parallel by all departments at once — design, hardware, software — in endless rounds of interdisciplinary design reviews,”demikian tulis majalah Time dalam liputannya yang memikat tentang Apple.

Dan yang terakhir mungkin lebih jarang diketahui orang. Elemen ini adalah hadirnya sang jenius lain bernama Jonathan Ive yang menjabat sebagai Chief Design Apple. Jonathan Ive adalah seorang desainer produk brilian yang telah memiliki peran amat sentral dalam sejarah kelahiran produk-produk legendaris Apple. Ive-lah yang menjadi otak dibalik lahirnya produk iMac, iPod dan iPhone. Dengan kata lain, sosok inilah yang dengan jitu menerjemahkan visi Steve Jobs menjadi kenyataan melalui rangkaian produk yang elegan dan penuh nuansa keindahan.

Demikianlah tiga kekuatan inti yang kira-kira bisa menjelaskan tentang melambungnya prestasi Apple. Jika kita telisik, ketiga elemen ini semuanya bermuara pada people management : elemen yang pertama tentang leadership yang kuat dan visioner, yang kedua tentang kekuatan sinergi, dan yang ketiga tentang pengembangan kompetensi dan keahlian. Rangkaian produk Apple selama ini memang selalu menebarkan pesona yang menggetarkan. Namun dibalik itu semua, mereka juga telah memberikan contoh yang sempurna tentang bagaimana menjalankan proses people management secara elegan.

 Read Users' Comments )

Perusahaan Apple Inc.

Latar Belakang

Apple Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan multinasional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California dan bergerak dalam bidang perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang meliputi elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, serta komputer pribadi. Apple Inc. didirikan pada tanggal 1 April, 1976 dan diinkonporasikan menjadi Apple Computer, Inc. pada tanggal 3 Januari, 1977. Pada 9 Januari, 2007, kata “Computer” dihapus untuk mencerminkan fokus Apple terhadap bidang elektronik konsumen pascapeluncuran iPhone.

Apple dikenal akan jajaran produk perangkat lunak diantaranya sistem operasi OS X dan iOS, pemutar musik iTunes, serta peramban web Safari, dan perangkat keras diantaranya komputer meja iMac, komputer jinjing Macbook Pro, pemutar lagu iPod, serta telepon genggam iPhone.

 

Berikut ini adalah visi, misi, tujuan dan sasaran dari Apple Inc,:

Visi

Apple di setiap meja.

 

Misi

Apple memicu revolusi komputer pribadi pada tahun 1970an dengan Apple II dan diciptakan kembali komputer pribadi pada tahun 1980 dengan Macintosh. Apple berkomitmen untuk membawa pengalaman komputasi personal terbaik kepada siswa, pendidik, profesional kreatif dan konsumen di seluruh dunia melalui inovatif software, hardware dan persembahan internet.

Sasaran Pasar Yang Dibidik

Pasar yang dibidik Apple inc antara lain kalangan pelajar, pekerja, pemerintahan, serta masyarakat internasional. Apple menyadari bahwa kaum profesional muda yang jumlahnya terus berkembang (terutama mereka yang sukses lewat bisnis online) akan menjadi konsumen alat komunikasi canggih yang setia. Oleh karena itu, kampanye pemasaran produk iPhone sejak seri pertama selalu menonjolkan hal-hal yang akan menarik perhatian kaum muda dan profesional yaitu produk yang canggih, trendi dan serba bisa.

Tujuan

Steve Jobs mengatakan bahwa tujuan Apple didirikan bukanlah untuk mendapatkan uang. Tujuan kami adalah mendesain dan membangun lalu memberikan barang-barang bagus ke masyarakat. Kami percaya dengan cara begitu, orang-orang akan menyukai kami, dan sebagai gantinya,kami akan mendapatkan uang. Tapi kami memahami betul mengenai tujuan-tujuan yang kami miliki.

 

Manfaat

1.    Strategi Aras Korporasi

Menjualnya secara eceran, melalui distributor ataupun melalui kerjasama dengan operastor selular adalah sebuah pilihan. Sebuah cara dalam berdagang dan ini tidak melanggar etika bisnis. Cara ini di pilih sebagai strategi perusahaan dalam berbisnis. Hal utama adalah bisa mendatangkan margin.

2.    Berkelas dan Eksusif

Dengan memilih tidak melayani pelanggan secara langsung, RIM dan Apple Inc ingin menonjolkan kesan mewah dan hanya untuk kalangan tertentu. Dengan Harga yang cukup tinggi dan dipaket bersama jasa operator selular artinya hanya oran-orang yang berduit saja yang mau secara rutin mengeluarkan biaya bulanan. Iphone dan Blackberry yang dibeli selain dari operator selular adalah produk “Haram”.

3.    Membangun Loyalitas

Salah satu sifat mendasar manusia adalah ingin dihargai dan diakui. Dengan menggunakan produk yang bukan sejuta umat, secara tidak langsung  penggunanya merasa bahwa mereka sebagian kecil kaum yang sukses secara materi. Loyalitas pada perangkat ini terus mereka pertahankan demi status sosial.

4.    Mengikat Konsumen

Cinta itu tumbuh karena kebiasaan,konon begitu katanya. Kewajiban berlangganan dalam waktu tertentu, minimal 2 tahun untuk bisa menggunakan Iphone akan membuat orang cinta  mati. Seperti nikotin atau zat adiktif, ada yang hilang jika berhenti memakainya. Apalagi ditambah dengan berbagai service tang menarik dari operator.

Penerapan stategi people management perusahaan apple merupakan perpaduan antara pengoptimalan sumber daya manusia yang handal dan kerja tim dari berbagai fungsional untuk mencapai visi perusahaan.

 

 Read Users' Comments )

Apr
20

Proses Manajemen Perusahaan Apple Inc.,

ANALISIS EKSTERNAL
1.Kekuatan Teknologi
Dari sisi brand awareness, Apple memiliki konsep style at premium, dimana Apple memilikidesainer yang bernama Jonathan Ive untuk mendiversifikasikan komputer mereka dari apa yangsudah ada di pasaran, beliau juga mendesain produk-produk iPod, dan juga iPhone. Apple memposisikan komputer Macintosh dengan kualitas yang lebih tinggi dan harga yang tinggi.HP, Dell, dan pabrikan PC lainnya memiliki harga dibawah $1000, namun Apple mematok hargayang lebih tinggi dari pesaingnya. Namun mematok harga tinggi itu dapat diimbangi dengancompetitive advantage dari operating sistem mereka yaitu OSX, karena kekuatan OS X yang lebihstabil dan lebih aman membuat penggunanya lebih nyaman, bahkan faktanya “computer security folks back at FBI HQ use Macs Running OS X” (Granneman).Selain itu Apple memiliki keunggulan dari iTunes,dan juga memiliki Microsoft Office versiMacintosh yang lahir dari strategic alliances pada saat Jobs kembali ke Apple pada tahun 1997,sehingga kompatibilitas yang menyebabkan produk Mac dianggap kurang sesuai untuk bisnis dimasa lalu menjadi lebih baik pada masa ini. Selain berfokus pada kebutuhan umum dari komputer Apple memiliki produk yang dibundel dengan nama iLife, yang memungkinkan komputer Apple digunakan untuk mengerjakan hal-hal kreatif, seperti melakukan aransemen musik dengan software GarageBand, dan lain-lain. Dalam industri telekomunikasi, iPhone yang dirilis pada tahun 2007 setelah penantian yang lama akhirnya menjadi produk unggulan dari Apple, dan berdasarkan laporan penjualan kuartal ke empat tahun 2009 (Berakhir pada september 2009), iPhone dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan penjualan sebesar 185% dari $806 juta menjadi 2.3 milyar, dan menggeser kedudukan Nokia pada tahun 2009 sehingga Nokia kehilangan pasar sebesar 19%, dan juga mulai menggerus pasar Blackberry, iPhone menghantarkan Apple untuk menyedot pasar sebesar 30% di Amerika Serikat dan perlahan menempel secara ketat dengan Blackberry sebesar 38% (sumber Macworld Indonesia Desember 2009).
2.Regulasi
Selain memperkenalkan teknologi baru, terdapat threat yang dilakukan secara persisten dari tindakan legal dari kompetitor dalam meniru. Sebagai contoh Apple menuntut Microsoft pada tahun1988 untuk peniruan dan kesamaan dalam Microsoft Windows dan Macintosh. Microsoft telah menjadi fokus bagi pemerintah dalam permasalahan dominasi Microsoft yang menghalangi kompetisi yang adil dalam industri software, dan seperti yang dituntut banyak perusahaan bagaimana software yang penuh masalah dan tidak reliable semacam Windows dan menyusahkan penggunanya bisa dibundel dengan harga yang tidak sesuai dengan kualitasnya ($150 hingga $500 untuk versi Ultimate), hal ini menjadi keuntungan bagi Apple karena dengan demikian Mac OS X akan menjadi substitusi yang tersedia bagi Windows. Selain itu untuk memenuhi kewajibannya terhadap tuntutan anti monopoli, maka Microsoft harus melakukan aliansi stratejik dengan Apple pada tahun 1997, dan mengembangkan Microsoft Officeuntuk Macintosh agar dapat mengurangi tingkatan monopoli yang dituntut oleh Microsoft saat ini. Kemudian terdapat pelanggaran hak intelektual lainnya seperti tex9 yang merilis program opensource bernama xtunes yang sangat mirip dengan program iTunes milik Apple, kemudian Apple menuntut tex9 dan akhirnya program tersebut dirubah menjadi Sumi (dibaca Sue Me). Ancaman tuntutan hukum juga didapat dari faktor-faktor tak terduga, Apple Corps Ltd. adalah perusahaan yang terdapat di London dan memiliki hak cipta terhadap musik-musik dari The Beatles. Paul McCartney dan Ringo Starr menuntut Apple karena mencantumkan logo Apple dalam iTunes atas dasar pelanggaran tidak merilis produk musik dengan menggunakan logo berdasarkan Apple. Perlu diingat bahwa competitive advantage Apple berada pada teknologi, Apple memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu lebih jauh dari pesaingnya, sebagai contoh Steve Jobs merancang teknologi yang ada dalam sistem operasinya membuat semua produk kompetitornya tampak usang, contoh fitur-fitur yang ada di Windows Vista yang dirilis pada tahun 2006 adalah sesuatu yang sudah diterapkan dalam sistem operasi milik perusahaan Steve Jobs sejak tahun 1992, sehingga seringkali tindakan Apple dalam melindungi kerahasiaan produk nya dilakukan dengan sangat ketat dan mencegah terjadinya insider information yang membuat kompetitornya melakukan hal serupa dalam produk saingannya.

ANALISIS INDUSTRI MENGGUNAKAN PORTER
Apple bergerak dalam dua bidang industri utama yaitu:
– Computing, bergerak dalam hardware dan software.
– Delivery of Entertainment and Media, melalui iTunes music stores.
Maka dengan menggunakan analisis melalui model Porter, maka akan dicoba untuk menganalisis kompetisi yang dialami oleh Apple. Berikut ini adalah hasil analisis dari apa yang terdapat dari dua bidang industri dan ancamannya terhadap Apple:
1.Threat of New Entrants – High Threat
-Youtube:Streaming Audio dan Video mengancam iTunes.
-Amazon:Memiliki layanan serupa dengan iTunes online store.
-Google:Mereka membuat apapun dan selalu sukses (Google Talk, Google Map,danlain-lain).
2.Industry Competitors – High Threat
-Microsoft : Windows OS, dan segala produk tiruannya seperti Zune yang meniru iPod, dan lain-lain.
-Linux : Berkompetisi dengan banyak pembuat distro Linux yang sama-sama stabil dalam membuat sistem operasi.
-Dell, HP, Lenovo : Alternatif produsen komputer.
-iRiver, Samsung, Creative : Produsen yang lebih dulu memiliki pasar MP3 player yang bersaing dengan iPod.
-Nokia, RIM Blackberry, Sony Erricson, etc : Kompetitor langsung dengan iPhone.
3.Substitute – Moderate Threat
-Microsoft XBox 360 dan Sony Playstation 3 : Ancaman dari entertainment meia dan musik yang bersaing langsung dengan Apple TV.
-TV Kabel, Satelit, TiVO, bioskop, bluray disc dan lain-lain : Ancaman dari sumber video,yang bisa menggantikan Apple TV dan iTunes video store.
-Audio CD, Audio DVD : Ancaman dari cara lain memperoleh musik.
4.Suppliers – High Threats
-Motorola, IBM, Intel, Samsung : Supplier dari komponen produk-produk Apple.
-Microsoft : Partner aliansi strategik dan menyediakan Microsoft Office for Mac.
-Penerbit lagu semacam BMG, EMI, Sony, Universal dan Warner : Sumber dari musik yang didistribusikan oleh Apple iTunes music stores.
-Disney, ABC, NBC, Fox, Pixar : Suppliers dari acara televisi dan film yang dijual secara online lewat iTunes, apakah mereka akan memperpanjang kontrak kerjasama dengan Apple? Resiko ini berkurang untuk Disney
-Pixar, karena setelah pembelian Pixar oleh Disney pada 2008-2009, Steve Jobs menjadi pemegang saham terbesar Disney melalui kepemilikannya atas Pixar.
5.Buyers – Moderate Threats
– Konsumen dan sharing ilegal melalui internet : Memungkinkan konsumen menikmati musik dan video tanpa membayar.
-Distributors : Tuntutan dari distributor yang meminta harga lebih murah atau protes terhadap turun langsungnya Apple dalam Apple Retail Stores yang dikelola langsung oleh Apple yang akan berlangsung dengan distributor lama.
-Perilaku dan sikap konsumen : Prioritas terhadap kebutuhan yang lebih penting.
-Pembaharuan produk dan siklus konsumen : Konsumen maupun bisnis bersikukuh untuk tidak memperbaharui iPod, iMac, Macbook, dan iPhone ke model yang lebih baru.
Berdasarkan analisis diatas maka Apple berada dalam industri yang memiliki ancaman moderate-high, sehingga untuk mempertahankan sustained competitive advantage maka Apple harus terusmengembangkan differensiasi produk yang sukses semacam iPhone.

VERTICAL INTEGRATION OF COMPETITORS
Apple melakukan vertical integration pada beberapa bidang bisnisnya, contohnya adalah bagaimana Apple berhasil menghadirkan Microsoft Office for Mac untuk komputer mereka dan memungkinkan Microsoft Windows dijalankan dalam mesin mereka (namun tidak sebaliknya).Contoh unik lainnya dari vertical integrations adalah ide Steve Jobs dengan iPod dan iTunesnya, iTunes memiliki supply content musik yang dijual berasal dari Sony Music. Namun Sony dan Apple berkompetisi pada bidang yang sama dalam industri musik yaitu kompetisi langsung dengan Sony Walkman dan Apple iPod.

VALUE CHAIN ANALYSIS
Pada bagian ini akan dibahas analisis value chain dari Apple meliputi Technology and ProductDesign, Produksi, Sales dan Marketing, Customer Service, dan Legal Services.
-Technology and Product Design
Merupakan komponen sebenarnya dari Apple, yang terbukti memasukkan hal-hal berguna dan lebih maju dalam bidang komputer. Mulai dari platform pertama yang memungkinkan electronic spreadsheet (VisiCalc pada Apple II) hingga merupakan perusahaan yang pertama yang mewujudkan konsep “digital lifestyle” dengan menggunakan produk Mac-iPod-iPhone, sejarah Apple dipenuhi dengan berbagai macam teknologi tercanggih yang digagas dan akhirnya diwujudkan, Apple berusaha untuk menjadi yang terbaik walau bukan selalu yang pertama. Sistem Operasi milik Apple telah diakui secara umum sebagai sistem yang lebih stabil dan dapat diandalkan ketimbang Windows, selain itu sistem operasi Apple telah dilengkapi aplikasi yang berguna seperti iMovie, iPhoto, iTunes, dan lain-lain.
-Production
Ketika Steve Jobs kembali ke Apple, Jobs segera mencabut dan menolak gagasan untuk melisensikan sistem operasi Mac kepada entitas eksternal, sesuatu yang akhirnya dilakukan oleh Spindler pada tahun 1993, karena itu seluruh sofware milik Apple adalah bagian dari proses produksi Apple. Apple memiliki langkah yang lebih maju dengan memanfaatkan kinerja produknya pada arsitektur 64 bit secara keseluruhan sementara Windows masih tertinggal dengan 32 bit (walau ada versi 64 bit dari Windows, namun tidak semua komputer sanggup menggunakannya karena tidak stabilnya Windows), selain melalui software komputer, Apple memiliki produksi dalam lini lainnya seperti desain produk mulai dari casing iMac transparan (1998) hingga konsep pembuatan casing unibody (teknologi pembuatan yang diadopsi oleh industri otomotif untuk pembuatan body kendaraan) pada seluruh produk Komputer Mac (2006 hingga sekarang), pendesainan penggunaan intuitif dari sistem operasi ipod, dan juga kemudahan operasional yang dinikmati oleh pengguna iPhone. Walau tidak semua produk Apple mengalami kesuksesan (Apple Lisa, Apple Newton, Apple TV) selama proses pengenalannya, namun pada dasarnya Apple menempatkan produksinya sebagai sebuah proses yang penting untuk kepuasan pelanggan yang mau membayar lebih melalui produk-produknya.
-Sales and Marketing
Sejak kembalinya Steve Jobs pada tahun 1997, Jobs melakukan presentasi dan perkenalan dari produknya dengan mempresentasiannya secara langsung pada event-event tahunan dari Apple. Selain digunakan untuk ajang penjualan produk-produk Apple Inc., dan perusahaan third party. Apple Inc. menggunakan event tahunan untuk mempromosikan produk dan layanan terbaru yang akan diluncurkan pada tahun yang sama pada event Macworld Conference & Expo. Marketing Apple juga dilakukan dengan berbagai media seperti Website dan televisi, dengan langsung menyerang kompetitornya atau pun menonjolkan kelebihan produknya.
Untuk memahami strategi pemasaran maka akan dilakukan analisis marketing mix dari AppleInc.,. Marketing Mix adalah konsep utama marketing modern dan melibatkan secara praktikal apapun yang berhubungan dengan apa yang digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi persepsi konsumen. Marketing Mix adalah model yang menciptakan yang melibatkan variabel-variabel yang pada akhirnya diimplementasikan pada strategi marketing, variabel tersebut adalah Product, Price, Place (Distribution), dan Promotion.
a. Product
Dikenal sebagai produsen komputer, Apple Computer Inc. beralih menjadi perusahaan consumer electronic pada tahun 2007 dengan merubah namanya menjadi Apple Inc., dan saat ini dikenal sebagai produsen komputer Mac, Macbook, Macbook Pro, iMac, Mac Pro, dan mini Mac. Juga dikenal mengeluarkan perangkat portable multimedia iPod Touch, iPod Shuffle, dan lain-lain. Selain memproduksi perangkat hiburan elektronik dengan lini produk Mac dan iPod, Apple Inc. mengeluarkan keluarga produk baru berupa ponsel yang disebut iPhone, display resolusi tinggi yang dikenal sebagai Apple Cinema Display. Tiap-tiap produk Apple Inc. didesain dengan bentuk yang khas dan berbeda dengan produk-produk sejenis. Pada tahun 2006 Apple Inc. adalah salah satu perusahaan produsen elektronik yang mendesain produknya untuk lebih hemat energi melalui program Go Green. Hampir seluruh produk Apple bukanlah produk yang pertama dalam kelasnya, iPod bukanlah portable media player pertama di dunia, Macbook Air bukanlah notebook tipis pertama didunia, namun Apple Inc. selalu membuat sesuatu yang lebih baik dari produk yang sudah ada. iPod menekankan pada desain headphone berwarna putih dan perangkat yang ringan berwarna putih, Apa yang diciptakan oleh Apple Inc. pada iPod bukan musik yang terdengar lebih baik, bukan baterai yang lebih tahan lama, bukan kapasitas yang lebih besar, tapi Apple Inc. menciptakan identitas dan komunitas, dengan menggunakan headphone berwarna putih (kebanyakan portable media player selalu masuk kantong dan tidak terlihat sehingga headphone warna putihlah yang mencolok) pengguna iPod sudah masuk dalam komunitas. Produk-produk Apple Inc. dipasarkan dengan metode serupa, hanya saja faktor yang menjadi kelebihan dan identitas pengguna untuk tiap produk menjadi berbeda. Efektifitas dari penciptaan identitas ini merupakan salah satu strategi yang bagus, karena pasar Apple Inc. yang mayoritas anak muda yang dinamis maka bukan spesifikasi atau kemampuan yang baik yang menjadi prioritas (walau produk AppleInc. memiliki spesifikasi yang baik dan bagus) melainkan kepemilikan terhadap suatu identitas yang membuat pengguna menjadi bagian dari komunitas, dan karena pemasarannya menggunakan metode seperti ini maka hampir tiap outlet resmi Apple Inc. mendesain interiornya dengan nuansa yang sangat casual dan berusaha lebihdekat dengan customer.
b. Price
Keputusan pemberian harga/variabel harga adalah variabel yang paling mudahuntuk diadaptasikan dengan cepat pada kondisi pasar. Variabel harga meliputi dealer price, retail price, diskon, kredit, kontrak, dan lain-lain. Untuk pemberian hargaApple Inc. menerapkan strategi pricing disesuaikan dengan konsumen nya. Untuk produk yang sama Apple Inc. memberikan harga khusus untuk pelajar, atau untuk profesional pada lini produk Mac. Selain itu untuk produk iPhone Apple Inc.melakukan penjualan dengan sistem kontrak melalui penyedia jasa layanantelekomunikasi selular. Apple Inc. memiliki seasonal price dengan memberikandiskon khusus pada kuartal pertama dan kuartal keempat.Apple Inc. tidak bersaing dengan harga seperti halnya Acer, dan memilikikecenderungan seperti Sony Corp. yaitu menekankan pada value produk yang bisadiperoleh oleh customer sehingga price range nya berkisar antara moderately-highhingga high-price dan dapat memiliki margin yang lebih besar untuk tiap produknya.
c. Place
Mengacu pada Lovelock (2001), place atau tempat adalah aktifitas pendistribusian produk ke konsumen yang melibatkan pengambilan keputusan tempat, waktu, metode, dan pegawai. Dalam mendistribusikan produknya, Apple Inc. mengeluarkan lisensi yang disebut Apple Authorized Reseller atau Apple Authorised Reseller, adalah tempat-tempat yang mendapat hak resmi untuk menjual produk dari Apple Computer Inc. dan berhak menggunakan sebutan dan logo Apple Authorized Reseller. Authorized Resellers mendapatkan stok barang mereka dari Apple Authorized Distributor, atau distributor resmi yang bertugas sebagai pemasok produk Apple. Tempat yang mendapatkan kepercayaan dari Apple untuk menangani servis dan reparasi produk-produk Apple, berhak menggunakan sebutan dan logo Apple Authorized Service Provider (ASP). Di Indonesia, berdasarkan http://store.apple.com.au/asia/FMPro terdapat 64 outlet Apple Authorized Reseller atau Apple Authorised Reseller yang tersebar diberbagai kota, yaitu : Jakarta, Surabaya, Jogyakarta, Bali, dan Bandung. Selain Apple Authorized Reseller atau Apple Authorised Reseller, terdapat cukup banyak penjual yang tidak tergabung dalam authorised reseller Apple, tapi menjual produk-produk iPod, beberapa orang/perusahaan juga menjual secara online melalui forum jual beli seperti www.kaskus.us, www.macclubindonesia.com, dan sebagian orang bisa membeli secara online dari situs milik Apple sendiri www.apple.com. Selain memberikan lisensi, Apple Inc. juga mengelola sendiri store mereka yang dikenal dengan merek dagang Apple Store yang terdapat dibeberapa negara yaitu Australia, Belgia, Canada, Hongkong, Belanda, New Zealand, Indonesia, Swiss, Norwegia, Taiwan, Amerika Serikat, dan lain-lain.
d. Promotion
Promotion atau promosi adalah salah satu factor yang menjadi kunci dalam marketing mix, karena promosi ditujukan untuk memperkenalkan produk pada konsumen. Apple Inc. menggunakan berbagai variasi berbeda dalam melakukan promosi seperti iklan TV, iklan di media cetak, posters di tempat umum, dan iklan yang dikemas dari pihak lain yang melakukan promo. Semua teknik periklanan ini disatukan oleh perbedaannya dalam pelaksanaan teknisnya, dan secara konsisten memiliki gaya yang berbeda dari yang lainnya. Nama besar iPod dan Mac sendiri membuat beberapa produk iPod dan Mac muncul dalam berbagai media seperti film, video games, media lainnya sehingga membantuk brand awareness terhadap merek dagang iPod dan Mac itu sendiri. Bahkan di Negara-negara yang menjadi pangsa pasar terbesar iPod dan Mac (Amerika Serikat,dan Negara-negara di Eropa) sangatlah susah untuk tidak mengenal iPod dan Mac karena promosi besar-besaran yang dilakukan Apple. Aktifitas yang dilakukan oleh Apple Inc. meliputi Advertising, Sales Promotion,Public Relation, dan lain-lain.

-Customer Service
Apple menyediakan customer seervice dan jasa layanan bagi konsumen yang dapat ditemukan langsung dalam website (berupa video), maupun dalam tiap store nya melalui etugas yang disebut Apple Genius®, margin yang besar yang diperoleh dari strategi pemberian harga (pricing) yang cukup besar sehingga mampu memberikan pelayanan yang baik bagi konsumennya. Pelayanan bagi customer juga diberikan dengan melakukan dan menyediakan sarana untuk melakukan update software dan hardware yang dilakukan secara berkala, Apple memiliki reverse supply chain untuk melakukan trade-in bagi pelanggan nya yang memiliki produk lama dan ingin melakukan tukar-tambah di toko resmi nya, selain itu Apple juga memberikan update secara rutin untuk software miliknya.

-Legal Services
Dalam kondisi pasar yang selalu berubah dan harus terus menerus melakukan inovasi maka tidak terhindarkan bagi Apple untuk terus mengembangkan produk dan jasa yang akan ditawarkan dan Apple pun sering berurusan dengan permasalahan pelanggaran paten dan hak cipta. Berbagai kasus dengan Microsoft, Apple Corps Ltd, dan lain-lain adalah contoh ancaman bagi Apple dalam mempertahankan nilai yang dimiliki dari perusahaannya. Baru-baru ini pun terdapat berbagai usaha untuk membocorkan rahasia produk Apple dari dalam yang merupakan ancaman seperti hilangnya prototype iPhone generasi ke-empat yang baru saja terjadi.

SWOT ANALYSIS
Berdasarkan apa yang sudah dibahas melalui kutipan langsung dari buku yang dijadikan resensi maupun hal-hal yang menjadi sesuatu yang perlu dibahas dan dilengkapi datanya dari informasi pihak luar, maka dapat digunakan menjadi analisis SWOT sebagai berikut :
1. Strengths
-Kecerdasan secara teknik: Produk dari Apple sangat mudah untuk digunakan dan stabil. Integrasi terbaru dengan Intel dan Microsoft menunjukkan kemampuan dan kemauan untuk beradaptasi pada kustomer yang lebih terdiversifikasi secara meluas. Semua inovasi yang dilakukan oleh Apple adalah sesuatu yang sangat membutuhkan biaya tinggi untuk menirunya.
-Secara Keuangan Apple mengalami kesehatan karena berhasil menekan biaya, dan memperlakukan secara ketat kemasan dan paket pada produknya untuk menghemat biaya (produk Apple memiliki buku panduan yang tidak lebih dari 10 halaman, iPod hanya menyertakan kabel USB untuk charging dan tidak menyediakan adapter cord karena pengguna iPod kebanyakan menggunakan iPod dengan komputernya ketimbang melakukan charging pada cord listrik, dan lain-lain). Ditambah fakta bahwa pada kuartal keempat Apple iPhone memiliki penghasilan yang lebih besar dari kompetitornya yang terbesar, Nokia.
-Brand Loyalty: Sebagaimana yang disebutkan pada bagian marketing dari value chain analysis, Apple berhasil menempatkan produknya sebagai identitas sehingga customer basenya sangat terjaga dengan baik dan loyal, dan merupakan sesuatu hal yang sangat susah untuk ditiru.
-Adanya steve Jobs dalam direksi: Selama absennya Steve Jobs pada tahun 1985 hingga 1996, Apple mengalami guncangan dan penurunan secara finansial dan inovasi. Dan segera setelah kembalinya Jobs dalam direksi, ia segera merombak keanggotaan dewan direksi, melahirkan dan mengembangkan ide produk dan menghasilkan pertumbuhan yang positif bagi pemegang saham berturut-turut sejak kembalinya Steve Jobs ke Apple. Bisa dikatakan bahwa Steve Jobs adalah sumber daya yang sangat berharga, langka, dan sulit ditiru yang dimiliki Apple dan paling dieksploitasi, walaupun demikian bukan berarti tanpa Jobs Apple tidak dapat berinovasi, adanya delegasi dalam perusahaan ini menyebabkan perusahaan terus berinovasi dengan baik bahkan tanpa Steve Jobs (semasa saat Steve Jobs cuti dan mengalami perawatan kesehatan), Apple tetap mengeluarkan produk yang inovatif dan mendapatkan respon yang lebih baik dengan produknya seperti iPhone dan iPod serta Mac.
-Market Share terbesar di bidang industri musik melalui iTunes dan iPod, dan segera akan disusul oleh iPhone.

2. Weakness
-Market Share: Apple memiliki kekuatan secara geografis di Amerika Serikat dan pasar di bidang pendidikan, namun secara global Apple memiliki pangsa pasar yang relatif kecil dalam industri komputer.
-Adanya kemungkinan dari melesunya Apple saat tidak ada kehadiran Steve Jobs, walau semasa cutinya Apple tetap dapat mempertahankan inovasinya, namun bayang-bayang masa kegelapan selama dipimpin oleh CEO selain Steve Jobs yang membawa Apple kedalam guncangan tetap menjadi salah satu kelemahan dari ketergantungan Apple terhadap Steve Jobs.

3. Opportunity
-Peluang Dalam Consumer Electronik: Setelah sukses dalam iPod, dan iPhone, Apple meluncurkan Apple TV sebuah media centre untuk ruangan keluarga, dan akan disusul pada
peluncuran Apple Tablet (bukan nama resmi) yang akan digunakan untuk menyaingi Microsoft Surface, Amazon Nook, Barneys and Noobles Nook, Netbook dari berbagai vendor seperti Dell, MSI, ASUS, ACER dan berbagai produk lainnya yang bersifat electronics organizer pada Febuari 2010.
-Pertumbuhan pada pasar PC dan Software: Hal ini merupakan peluang karena komputer Mac mampu melakukan apa yang biasa dilakukan oleh komputer berbasis Windows dengan memberikan kemampuan untuk diinstall Windows sehingga Apple memungkinkan untuk digunakan dalam pasar yang lebih luas, dari segi stabilitas dan kemampuan untuk dapat diandalkan serta keamanan, selain FBI yang menggunakan Mac, Bank dari Jepang, Aozora Bank Ltd., mengganti 2,300 PC berbasis Windows dengan iMac.
-Secara perlahan dan pasti dikenal sebagai komputer bagi pengguna bisnis/korporat setelah sebelumnya dikenal hanya untuk pengguna kreatif/desainer, pendidikan, dan juga penerbitan.

4. Threats
-Google yang selalu sukses membuat apa saja dan melakukan semuanya dengan waktu bersamaan dan tidak terbentur permasalahan (hingga saat ini), mulai dari search engine, portal musik dan buku, telepon, metode komunikasi (Google Wave untuk kolaborasi bekerja yang akan menggantikan email sebagai penunjang pekerjaan, dan Google Talks yang merupakan sarana komunikasi yang secara perlahan menggusur Skype untuk komunikasi suara), Google Map/Google Worlds, ponsel Google Androids, sistem operasi Google Chrome, Google Books, Google Scholars, Google mail, Google Music, Google Video dan lain-lain.
-Permasalahan Legalitas : Seperti penggunaan paten, upaya kloning dan pembajakan dan lain-lain.
-Kompetisi dengan PC berbasis Windows.

Berdasarkan apa yang telah dibahas sebelumnya, maka dapat disimpulkan strategi yang sudah diambil oleh Apple selama ini adalah Product Differentiation dan Strategic Alliances (dengan Next, Pixar, dan Microsoft), dalam tiap strategi yang diambil akan dibahas apa yang sudah dilakukan dimasa lalu dan menuliskan rekomendasi untuk strategi masa datang.

PRODUCT DIFFERENTIATION
Dapat dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh Apple hingga saat ini adalah perusahaan ini cenderung melakukan inovasi yang membedakannya dari perusahaan lain. Sebagai contoh Apple menemukan dan mewujudkan konsep pertama PDA dengan mengenalkan Newton pada tahun 1993, kemudian mengenalkan komputer yang mudah digunakan yaitu iMac mulai dari tahun 1998, mengeluarkan sistem operasi paling stabil sejak tahun 1999 dan terus diperbaharui setelahnya. Bila dilihat pada tahun 1999 Apple melengkapi matriks produknya dengan mengeluarkan iBook (yang saat ini di brand ulang dengan nama MacBook) yang melengkapi formulasi strategi yang disusun oleh Steve jobs dalam memasuki pasar desktop dan portable untuk segmen pasar professional dan consumer yang pada tahun 1999 dibentuk sebagai berikut: Pada tahun 2001, Apple memasuki salah satu titik penting dalam sejarahnya yaitu dengan merilis iTunes dan layanannya, yang pada akhirnya dikenal sebagai langkah awal dalam membuat komputer Mac sebagai penghubung dari apa yang dicetus Apple sebagai ‘digital lifestyle’, yang akhirnya meningkatkan penjualan dari industri musik, iPod dan Mac. Apple pada akhirnya membuka toko yang dikelola oleh Apple sendiri walaupun mendapatkan protes dari distributor yang setia karena ada kemungkinan Apple memperkecil pasar dari distributor lama dan bersaing langsung dengan produsen bukanlah ide yang menyenangkan bagi distributor.
Differensiasi dilakukan dengan menggunakan teknologi layar datar LCD pada komputer desktop pada tahun 2003 dengan merilis iMac Sunflower, dan melakukan pengembangan dari produk laptop pada tahun 2003. Kemudian masih di tahun 2003 Apple mengeluarkan iLife Package untuk tiap pembelian komputer Mac dan menjual upgrade penambahan fitur baru hingga sekarang yang berisi software-software iMovie, iDVD, iTunes, iPhoto, iWeb, dan GarageBand. Apa yang dilakukan dengan bundling ini oleh Apple adalah memberlakukan apa yang saat ini dikenal sebagai digital creation untuk dijadikan standar penggunaan komputer di masa depan sebagaimana halnya strategi Microsoft mempopulerkan komputer dengan mempopulerkan Microsoft Office pada masa lalu. Selanjutnya bekerja sama dengan perusahaan musik BMG, EMI, Sony Music, Universal, dan Warner untuk membuka dan memperkaya penjualan musik yang dilakukan melalui iTunes Online Music Store pada tahun 2003. Dengan kerjasama ini iTunes mampu menawarkan lebih dari 200,000 musik pada saat peluncuran perdananya. Pada tahun 2003 Apple merilis komputer tercepat di dunia dengan dua prosesor 2.0 GHz PowerPC G5.
Product Differentiation adalah strategy yang masuk akal untuk diterapkan oleh Apple, karena sejak awal Apple berusaha untuk membedakan dirinya dengan kompetitornya (ingat tag Apple pada tahun 1997 hingga 2001 yang berbunyi Think Different) dan mengeksploitasi perbedaan konsep untuk differensiasi pada produknya. Hal ini sangat relevan dengan fitur dari produk, kombinasi produk yang diproduksi bila dihubungkan pada reputasi dan apa yang terjadi pada persaingan. Apple berhasil membangun reputasi sebagai inovator dengan mengeluarkan sekumpulan lini produk yang mudah digunakan dan mampu mencakup segmen yang cukup luas. Dan differensiasi tersebut memberikan nilai ekonomis yang cukup besar, terutama dalam kompetisi yang bersifat monopoli (yang dilakukan/dimonopoli oleh Microsoft). Differensiasi produk ini menjadikan ancaman terhadap pendatang baru menjadi dapat diminimalisasikan, selain itu pasar yang ditargetkan oleh Apple juga berbeda dengan pasar kompetisi dari komputer yang sebisa mungkin berlomba mengeluarkan harga termurah, maka Apple berhasil mengurangi ancaman dari kompetisi industri (threat of rivalry). Produk dari perusahaan yang terdifferensiasi akan menjadikan produk dari perusahaan yang menggunakan strategi ini menjadi produk yang lebih menarik sebagai alternatif untuk substitusi.
Jika perusahaan mengalami kenaikan harga yang diperoleh dari supplier maka Apple dapat dengan mudah membebankan pada konsumen sehingga memungkinkan berkurangnya ancaman dari supplier, dan karena posisi dari produknya yang berbeda dan unik, maka Apple memiliki produk yang tidak dimiliki oleh kompetitornya sehingga mau tidak mau konsumen tidak dapat menawar untuk memperoleh produk yang dimiliki oleh Apple hanya bisa melalui Apple karena kompetitornya tidak sanggup memilikinya sehingga mengurangi threat dari pembeli. Berdasarkan penjelasan diatas maka dari Porter’s Five Force Competitive, Apple memiliki kadar ancaman yang cukup rendah dari masing-masing pasar.
Dengan kondisi diatas maka perusahaan dapat menggunakan strategi nya untuk tetap mempertahankan sustained competitive advantage, karena Apple memiliki bargaining power yang lebih daripada lingkungannya. Perlu diingat untuk melakukan hal ini maka produk dari Apple harus bernilai, langka, dan susah ditiru. Semakin sedikit perusahaan yang bisa melakukan apa yang mampu dilakukan oleh Apple maka semakin berharga produk Apple dan semakin kuat sustained competitive advantage dari Apple. Berdasarkan organisasi terdapat banyak dilema dan permasalahan yang terjadi pada Apple, pada tahun 1997 saat Apple harus mencari CEO, hal ini menjadi sangat sulit karena Apple lahir sebagai perusahaan yang mampu menciptakan inovasi dan tidak sekedar meniru saja seperti Microsoft, halini berarti Apple sangat membutuhkan seorang CEO yang inovatif dan juga mengenali apa yang mampu dilakukan oleh Apple beserta sumber daya yang ada, setelah kembalinya Jobs pada tahun1997, maka dillema terhadap kurangnya inovasi sudah teratasi dengan banyaknya inovasi yang digagas oleh Steve Jobs.

 Read Users' Comments )

Apr
20

Strategi dan Taktik Apple Inc

Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi komunikasi yang paling sukses di dunia dan membuat kata ‘apel’ dalam bahasa Inggris tidak lagi bersinonim dengan nama buah. Kesuksesan Apple dalam hal produksi dan pemasaran membuat kata kunci seperti marketing strategy of Apple dan ‘Apple iphone marketing’ menjadi kata-kata kunci yang laris digunakan oleh para peminat ilmu marketing yang ingin menguak atau meniru rahasia kesuksesan Apple.
Rilis pertama produk iPhone pada tahun 2007 yang menjadi tonggak kesuksesan Apple di abad ke-21 sebenarnya diawali oleh perencanaan dan kampanye pemasaran yang telah disusun bertahun-tahun sebelumnya, bukan hanya hasil pemikiran singkat. Dengan penerapan perencanaan strategis yang teliti dan didukung dengan sumber daya yang mumpuni, Apple berhasil meraih posisi sebagai salah satu perusahaan komunikasi tersukses di dunia.
Walaupun Apple sudah eksis sejak bertahun-tahun sebelumnya, pemasaran iPhone-lah yang sukses menancapkan merk Apple di benak para pecinta teknologi komunikasi.
Jika anda adalah calon pemilik perusahaan atau sedang merintis sebuah bisnis, berikut adalah beberapa tips sukses pemasaran iPhone Apple yang akan anda temukan kapanpun anda mengetik marketing strategy of Apple di situs pencari:
1. Inovasi = Apple memanfaatkan produk yang sudah populer sebelumnya yaitu iPod dan telepon genggam serta menyatukan kedua konsep tersebut. Didukung dengan riset yang mendalam serta berbagai survey dan penelitian, Apple mampu menciptakan produk yang menggabungkan kedua konsep produk tersebut menjadi satu konsep baru yang tidak terasa canggung ketika dioperasikan. Bahkan iklan pertama iPhone menggunakan kalimat “there’s never been an iPod that can do this” dan menanamkan kesan bahwa calon pembeli akan mendapatkan yang lebih bila membeli iPhone.
2. Strategi branding dalam pemasaran = Dengan logo serta nama perusahaan yang mudah diingat, Apple menanamkan ide bahwa barang-barang produksinya merupakan teknologi canggih yang mudah digunakan dan user friendly, kebalikan dari pemahaman umum bahwa semakin canggih suatu alat, semakin rumit pengoperasiannya. Hal ini juga diterapkan dalam fitur iPhone yang menggunakan ikon-ikon yang mudah diingat di menu utamanya.
3. Pemanfaatan media pemasaran secara maksimal = Apple membuat website resmi khusus untuk iPhone dimana para penggunanya dapat masuk ke situs tersebut untuk menggali segala macam hal tentang iPhone mereka, mulai dari petunjuk umum pemakaian iPhone, tips dan trik serta update aplikasi serta seri terbaru. Penambahan menu top rated pada daftar aplikasi juga terbukti cenderung mendorong pemilik iPhone untuk membeli aplikasi tersebut ketimbang bila yang dicantumkan hanya daftar aplikasi.
4. Target pemasaran yang potensial = Apple menyadari bahwa kaum profesional muda yang jumlahnya terus berkembang (terutama mereka yang sukses lewat bisnis online) akan menjadi konsumen alat komunikasi canggih yang setia. Oleh karena itu, kampanye pemasaran produk iPhone sejak seri pertama selalu menonjolkan hal-hal yang akan menarik perhatian kaum muda dan profesional yaitu produk yang canggih, trendi dan serba bisa.
5. Penyesuaian harga yang konsisten = Prinsip utama dalam marketing strategy of Apple adalah ‘the latest and the greatest’ yang bermakna Apple harus terus menyesuaikan harga produk lama sementara membuat produk baru, karena orang cenderung mencari unsur trendi dari teknologi komunikasi tidak peduli walaupun produk lama masih memiliki banyak fitur yang berguna. Inilah sebabnya mengapa Apple konsisten menurunkan harga produk hanya setelah beberapa bulan sebelum mengeluarkan seri baru.
Hingga kini, Apple tidak pernah berhenti melakukan inovasi dan penelitian agar bisa terus membuat seri-seri iPhone baru yang dapat bersaing di pasar teknologi komunikasi. Hal ini memang seharusnya menjadi bagian dari strategi pemasaran bagi perusahaan manapun yang sudah mulai memiliki cakupan konsumen luas.

 Read Users' Comments )

Oct
24

Tugas Komputer Bisnis

Nama kelompok
1. Dwi laras prasetio ( 01111047 )
2. Indri frasetiyo wati ( 01111067 )
3. Nur Aini ( 01111070 )

Fakultas : Ekonomi akuntansi

TUGAS KOMUNIKASI BISNIS

Meneliti dan mengamati bisnis orang lain yang berbentuk online shop hingga sekarang

Nama ol shop = Happy shop
Prodak yang di jual = Pakaian
Pemilik = Erika

Visi

Happy shop berupaya menjadi online shop yang memasarkan produk dalam negeri yang terkemuka di surabaya.

Misi

Happy shop mempunyai misi memberikan layanan dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik berupa kemudahan bertransaksi seperti barang yang akan di beli akan di kirim ketempat costumer, produk yang berkualitas dengan harga yang berkopetitif.

Langkah-langkah dalam berbisnis:

1. Memberikan nama ol shop = Judul olshop itu di buat dengan kata yang menarik hingga costumer ingin membuka website anda
2. Membuat website
3. Membuat artikel dan tulisan produk yang akan di jual = memberikan tips atau informasi yg bermanfaat bagi pengunjung website artikel harus unik tidak duplikat dengan artikel dari website lain
4. Menjual produk dengan harga yang berkompetitif
5. Menjual produk yang up to date
6. Mempromosikan kepada teman, saudara, dan orang sekitar.
7. Barang pesanan di kirim sampai tempat pemesan

Perkembangan bisnis happy shop

Di awal pertama kali happy shop didirikan masih dan jarang pemesanan yang masuk, tapi dengan berjalan nya waktu dan dengan di kenalkan nya happy shop kepada teman, saudara, dan dari mulut ke mulut itu semakin banyak orang yang tahu keberadaan happy shop. Setelah banyak nya orang yang tahu semakin banyak pula bagaimana produk happy shop. Produk yang up to date dan berkualitas serta harganya terjangkau. Karena itu ada perkembangan dalam penjualan produk. Dan saat ini happy shop sudah d kenal banyak orang hingga pemesanan dr luar pulau jawa.

 Read Users' Comments )

Sep
26

Hello world!

Welcome to Web Blog Mahasiswa Universitas Narotama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

 Read Users' Comments )